Oleh FHQ Barangkali tidak ada yang dapat mengubati duka nestapa yang dialami mangsa gempa bumi di Padang Sumatera Barat 30 September lalu. Gempa bumi berukuran 7.6 skala richter yang mengorbankan ribuan nyawa itu bukan saja menggegarkan Sumatera malah turut menggegarkan hati nurani penulis dan penyair di Kota Kinabalu, Sabah. Puluhan penyair di Kota Kinabalu berhimpun untuk majlis Baca Puisi Teluk Likas- Tangisan Padang-, anjuran Ikatan Penulis Sabah (IPS) dengan kerjasama Dewan Bahasa dan Pustaka (DBP) Cawangan Sabah. Mereka mengungkapkan keprihatinan mereka terhadap tragedi itu sambil berpuisi. Pembacaan puisi dimulakan dengan penampilan deklamator Ali Amat Anas yang membacakan puisi Ready Susanto, penyair dari Bandung yang mengirimkan puisi untuk dibacakan dalam majlis itu berjudul Suatu Padang . dan tibalah jua aku di suatu padang, reruntuh gedung dan ribuan orang berpulang menjumpaimu, suatu pertemuan belum terlunaskan Gedung-gedung runtuh dan ribuan manusia terkorban merupakan su...
— ♪♫ “Because” , The Beatles karena bumi berputar, aku nanar karena angin mabuk, benakku berkecamuk karena langit biru, aku jatuh haru Jl. Gumuruh 38, Selasa, 18 Desember 2012, 15:33
— Seraya teringat Tuan Poespo Di sana sejarah menunggumu dengan selembar sketsa, peta jalan yang kugambar di halaman kosong di belakang buku logika. Kau ingatkah doktor filsafat kita yang gelarnya lebih dari tiga? Ia menuntun kita menafsir rasa sedih, yang dimekarkan di sekujur jalan sejak pagi, ketika petugas jaga baru saja bubar dan pulang selepas dinihari. Sketsa yang buram, warnanya cokelat menua (aku mungkin pakai pensil merek murah, ya?) . Semurah itukah engkau memberi harga ketukan di pintu kamarmu? (Meski dengan senyuman terkembang yang selalu saja kurasa tak ternilai mahalnya). Jalan sepenggal yang tergambar di sana, seperti tubuh yang kaku, dengan satu ujung bercabang ke utara. Simpang utara yang bercabang marah dan ragu. Engkau akan temukan persinggahan di pengujung yang satu, tempat yang selalu penuh sedih dan haru. Aku menafsirkan kembali sketsa rasa sedih itu untukmu, dengan gelak dan mimik yang terlucu. Dan engkau pun menangis, sia-sia kukatakan padamu untuk menunggu pet...
Comments
salam