27 March 2007

SEUNTAI TENTANG RINDU

alangkah takut aku pada rindu
ia seperti ular dalam semak hatiku

mematuk di belakang punggungmu


Cipularang, 21 Maret 2007; 15: 52

2 comments:

Steven said...

ini puisi dahsyat. kontras sekali. jadi rindu dimisalkan seperti ular di dalam hati. ular yang tak bisa dikontol. kuat sekali imajinya. rindu itu, malah bisa mematuk di belakang tubuhmu. dan lagi, si pemilik rindu ini malah takut sendiri. kontras dan memutar logika. kau menjelaskan betapa "kuatnya" rindu, dengan sangan baik.

Ken said...

Pilihan kata yg cantik, langsung membuatku berimajinasi!